Senin, 14 Juli 2014

membakar hujan


saat kumulai jatuh hati
kau berikan ku setangkai mawar
semua terasa terhenti dan semuanya gelap gulita
saat kau menyatakan cinta padaku
tangan ku selalu kuat untuk menyambut mu 
namun kaki dan lutut selalu melemah saat berdekatan dengan mu

tapi semua yang kau janjikan sekedar mimpi bagiku
semua perkataan tak pernah benar
semua nya kau ingakari

ingin kucoba untuk membakar hujan
dan melihat hujan api tersebut membakar tubuhmu
ingin kulihat kau menangis dan menyebut nama ku

ketika kau mulai bersilat lidah padaku
sebenarnya aku sadar dan mengetahuinya tapi kucoba kuat sambil menutup kedua mata ini
meskipun kita bersama kita takkkan mendapat hal yang lebih baik

ingin ku coba kembali untuk membakar hujan
lagi dan lagi aku hendak melihat titik titik api tersebut menghanguskan badan mu
hingga tercium bau-baupenyesalan

terbakarlah semua
terbakar lah
hingga ku dengar rengekan sesal dari mulutmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar